Tuesday, September 21, 2004

ANAK KRISTUS



Sudah tentu ini akan diprotes. Di Libanon, pusat Katolik di sana menyerukan mencabut peredaran novel ini. Tapi ditentang serikat penerbit: "Salman Rusdhi diburu, tapi Islam tetap ada. Dan jika Dan Brown juga diburu, Kristen tak akan punah." Itu kalimat Ahmed Fadlalla Assi. Dan Brown sudah menikmati 7,5 juta eksemplar novelnya di seluruh dunia.

Tapi memang mengejutkan. Melalui Da Vinci Code, Brown mengubrak-abrik kepercayaan Kristen dalam Perjanjian Baru. Menurut Brown, Yesus telah menikah dengan Maria Magdalena dan melahirkan anak perempuan bernama Sarah ketika Ia menahan sakit di bukit Golgota. Si anak ini kemudian juga beranak dan bercucu hingga melahirkan kelompok Priory of Sion. Sejak sepuluh abad lalu, kelompok ini bertahan dengan sembunyi karena menghindari amuk gereja.

Anggotanya para pangeran Inggris dan pesohor dunia: Leonardo da Vinci, Sir Isaac Newton, Victor Hugo...dan terakhir Jacques Sauniere, kurator di Museum Louvre, Paris. Kelompok ini terus menyiarkan keyakinan bahwa Maria Magdalena bukan pelacur seperti yang diwartakan Gereja. Kampanye negatif karena Maria diberi hak oleh Yesus untuk mendirikan Gereja. Maria adalah keturunan Keluarga Benjamin, seorang bangsawan. Brown lalu mengutip Kitab Matthew, Yesus adalah anak keturunan Raja Daud-Sulaiman. Jika dua orang ini bergabung akan membentuk sebuah kekuatan politis yang dahsyat dan berpotensi menggeser tahta raja-raja sesudah Sulaiman. Bukti lain lagi,Yesus orang Yahudi. Pada jaman itu, seorang yang tak menikah akan dikutuk.

Novel ini semakin menarik karena selapis-demi-selapis mulai menyingkap kode-kode rahasia yang disebar Sauinere yang dibunuh oleh rahib alibino, Silas--anggota kelompok Katolik koservatif: Ovus Dei. Robert Langdon, ahli simbol dari Harvard, dan Sophie Neveu, kriptolog di kepolisian Paris, adalah dua orang yang berkutat memecahkan kode itu sambil was-was karena dikejar oleh polisi pengadilan Paris. Polisi menuding Langdon adalah pembunuh Sauinerre, karena namanya ada dalam kode di samping mayat Sauinerre.

Perburuan kode itu dimulai dari menyingkap rahasia lukisan Da Vinci, Madonna of the Rocks, tempat menyembunyikan batu pengunci yang akan membimbing mereka ke Holy Grail, rahasia besar tentang keturunan Yesus yang berabad-abad disembunyikan. Selama petualangan dua hari-semalam itu, keduanya menemukan kaitan, teka-teki, anagram, dan kode-kode yang disebar Da Vinci dalam lukisan-lukisannya yang terkenal ke dalam sejarah Kristus. Dalam Mona Lisa, misalnya, tak hanya sifat androgini yang ditemukan melalui wajah misterius itu, tapi garis-garis dan cat blur itu menyimpan kode yang menghubungkan pada komunitas Sion yang pernah ada. Da Vinci adalah Grand Master kelompok itu.

Juga lukisan The Last Supper. Jika lukisan itu diperbesar maka orang ke-13 yang tampak bukan seorang murid Yesus yang sedang memegang cawan, tapi Maria Magdalena sendiri: sang Cawan Suci yang menadahi benih Yesus, Sang Real, chalice yang misterius itu. Da Vinci melukiskan dua orang itu tampak serasi: Yesus memakai jubah hijau, warna baju Maria. Santo Peter yang dibakar cemburu berbisik sambil menyodorkan bilah tangan ke Maria. Lalu penyaliban itu tiba, Maria harus lari untuk menyelematkan keturunannya.

Sejak itu keluarga keturunan Maria membentuk kelompok sembunyi-sembunyi. Dalam novel ini, Sophie adalah keturunan terakhir yang masih ada. Seluruh keluarganya terbunuh dalam kedok sebuah kecelakaan mobil. Ia kemudian bertemu dengan neneknya, yang sudah dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu, di Kapel Rosslyn, Skotlandia, tempat terkuburnya dokumen Holy Grail. Brown mencurigai Disney, karena dalam kartun-kartunnya kerap menyuguhkan cerita tentang Holy Grail secara terselubung. Dan dari semua teka-teki itu pelaku utama yang berada di belakangnya adalah ...ah, baca aja sendiri.

No comments: